Artikel

Peran Gen Z dalam Pengembangan Desa Wisata Pentingsari

Generasi muda merupakan aset berharga bagi sebuah desa. Di tangan merekalah estafet keberlanjutan dalam menjaga tradisi, budaya, dan nilai-nilai lokal diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hal ini juga berlaku di Desa Wisata Pentingsari.

Sebagai desa wisata yang dihuni oleh banyak generasi muda yang didominasi oleh Gen Z, Pentingsari merasakan secara langsung peran penting anak muda dalam mendukung dan mengembangkan sektor pariwisata. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi justru menjadi bagian penting dalam roda pengelolaan desa wisata.

Berikut beberapa peran dan kontribusi nyata Gen Z di Desa Wisata Pentingsari:

  1. Gen Z sebagai Pengelola Desa Wisata

Pengelolaan Desa Wisata Pentingsari dijalankan melalui kolaborasi antara pengelola yang telah berpengalaman dengan generasi muda yang sedang belajar. Kolaborasi ini menjadi upaya menciptakan lapisan regenerasi kedua dalam pengelolaan desa wisata sekaligus sebagai sarana transfer pengetahuan dan pengalaman.

Dalam struktur organisasi Desa Wisata Pentingsari, terdapat berbagai divisi pengelolaan. Hampir di setiap divisi tersebut, anak-anak muda dilibatkan secara aktif sebagai bagian dari proses regenerasi. Dengan cara ini, keberlanjutan pengelolaan desa wisata dapat terus terjaga di masa mendatang.

  1. Motor Penggerak Kegiatan Pariwisata

Tidak dapat dipungkiri, anak muda memiliki energi, stamina, dan semangat kerja yang tinggi. Hal ini sangat dibutuhkan dalam aktivitas kepemanduan wisata di Desa Wisata Pentingsari, mengingat kondisi geografis desa yang berbukit dan menanjak sehingga membutuhkan fisik yang prima.

Generasi muda di Pentingsari berperan sebagai pemandu perjalanan sekaligus pemandu di setiap pos kegiatan wisata. Tugas mereka tidak hanya mengantar wisatawan dari satu lokasi ke lokasi lainnya, tetapi juga memastikan keselamatan wisatawan, menjaga kenyamanan, serta membangun komunikasi yang baik selama kegiatan berlangsung.

Saat ini, sekitar 70% kegiatan kepemanduan di Desa Wisata Pentingsari dijalankan oleh generasi muda, menunjukkan peran dominan mereka dalam operasional pariwisata desa.

  1. Penjaga Tradisi dan Budaya Desa

Tradisi sering kali dianggap sebagai sesuatu yang kuno, namun sejatinya tradisi adalah bagian dari budaya yang hidup dan tumbuh bersama masyarakat. Di Desa Wisata Pentingsari, nilai-nilai tradisi telah dikenalkan sejak usia dini kepada generasi mudanya.

Seiring bertambahnya usia, peran anak muda pun berkembang, dari sekadar pelaku menjadi penjaga dan pelestari tradisi. Harapannya, tradisi dan budaya lokal Pentingsari tidak hanya bertahan, tetapi juga terus diwariskan dan dikenalkan kepada generasi berikutnya serta kepada para wisatawan yang berkunjung.

  1. Pejuang Digitalisasi Desa Wisata

Generasi muda identik dengan teknologi dan kecepatan adaptasi di dunia digital. Potensi ini dimanfaatkan dengan baik di Desa Wisata Pentingsari sebagai bagian dari proses transformasi menuju desa wisata yang lebih modern dan tertata.

Salah satu penerapan digitalisasi adalah pengarsipan data berbasis cloud, sehingga dokumen-dokumen penting dapat tersimpan secara aman dan diakses kapan saja serta di mana saja. Selain itu, Desa Wisata Pentingsari juga menerapkan sistem reservasi satu pintu berbasis digital. Sistem ini memudahkan pengurus dan tim pemasaran untuk memantau jadwal kunjungan secara real-time, sehingga dapat menghindari benturan jadwal antar rombongan wisatawan.

Melalui peran aktif generasi muda, Desa Wisata Pentingsari tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Gen Z membuktikan bahwa anak muda desa mampu menjadi penggerak, penjaga nilai, sekaligus inovator dalam pengembangan desa wisata.